Malam; mendung tak berhujan.
Burung hantu tertawa lepas.
Panteon berterangan di pusat
kota.
Tubuh ini lesu; tak bertulang.
Teman masih tidur tanpa mimpi.
Angin terus berhembus tanpa
arah.
Bumi saya bukan bumi anda!
Kita semua berbeda, begitulah
jalannya.
Di ujung jalan sudah menanti
sebuah persimpangan.
Mungkinkah melewatinya dengan
satu sayap?
Sayap – sayap rapuh, usang. Laknat.
Kuasa Tuhan selalu
dipertanyakan.
Dia masih mengendalikan semua.
Ya semuanya!
Malu rasanya datang ketika
jatuh.
Semua suram; gelap tak
bercahaya.
Gagal maka gagal. Tidak perlu
pemanis!
Tidak ada tempat bersandar.
Rob, terimalah dialog ini.
No comments:
Post a Comment