Monday, 21 July 2014

Sayap

Malam; mendung tak berhujan.
Burung hantu tertawa lepas.
Panteon berterangan di pusat kota.
Tubuh ini lesu; tak bertulang.
Teman masih tidur tanpa mimpi.
Angin terus berhembus tanpa arah.
Bumi saya bukan bumi anda!
Kita semua berbeda, begitulah jalannya.

Di ujung jalan sudah menanti sebuah persimpangan.
Mungkinkah melewatinya dengan satu sayap?
Sayap – sayap rapuh, usang. Laknat.
Kuasa Tuhan selalu dipertanyakan.
Dia masih mengendalikan semua. Ya semuanya!

Malu rasanya datang ketika jatuh.
Semua suram; gelap tak bercahaya.
Gagal maka gagal. Tidak perlu pemanis!
Tidak ada tempat bersandar.

Rob, terimalah dialog ini.
Hanya engkau yang mampu menguatkan.

No comments:

Post a Comment