Hari makin riuh.
Pusat menjadi kabut; kabut penuh
misteri.
Semua terjadi begitu cepat.
Mereka sibuk dengan segala kepentingan.
Hari – hari yang mulai sesak dengan
sikut – sikut.
Akal melenyap seketika.
Senyap…senyap…senyap.
Dalang – dalang mulai bermunculan.
Acuh, banyak korban.
Mereka saling berbicara putih.
Biar aku yang hitam.
Siapa peduli katanya?
Kita terlihat acuh.
Bukan berarti tanpa tujuan.
Salah.
Bisa kita berbincang?
Coba bentangkan kain itu.
Lihat, mungkin daun berguguran.
Tak perlu musim, semua bisa jatuh.
Tak perlu Tuhan.
Katanya, mereka yang mengatur.
Bandung,
23 Januari 2015.
Akbar Ridwan
No comments:
Post a Comment